Review management pendidikan inklusi

Pada hari ini saya akan menjelaskan sedikit tentang keberadaan sekolah inklusi pada sekolah negeri. Sesuai dengan materi Minggu kemarin "Management Pendidikan Inklusi" pada hari Jum'at tanggal 8 April 2022.

Nama : Elis Listiani Fajrin

Nim : 208620600163

Referensi : https://youtu.be/atXIWdKbopg


Seorang guru profesional saat akan memberikan layanan pembelajaran  terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap semua peserta didik di kelasnya. Sehingga perencanaan pengajaran dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan yang dimiliki para peserta didik. Terlebih pelaksanaan pembelajaran pada peserta didik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Merencanakan sebuah pembelajaran yang efektif bagi anak yang berkebutuhan khusus, merupakan sebuah tuntutan yang harus dilakukan oleh seorang guru. 

Guru pendidikan luar biasa, sebagai pihak yang memberikan layanan pendidikan kedalam pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Agar anak berkebutuhan khusus dapat mengikuti pembelajaran dengan baik maka, materi pembelajaran perlu diadaptasi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak. Guru dituntut dapat mengadaptasikan kurikulum, dalam menyusul perencanaan pembelajaran tersebut tentunya tidak mungkin secara langsung tanpa adanya persiapan dan informasi yang jelas tentang kondisi peserta didik.


MANAGEMENT SEKOLAH INKLUSI

Disini saya mengambil contoh sekolah yang ada di kecamatan Grujugan, kabupaten Bondowoso, provinsi Jawa timur yaitu SD Negeri Wonosari 02.

Sudah banyak siswa yang telah menerima manfaat dari program sekolah inklusi dan terdapat guru yang sudah terlatih, bukan hanya guru bahkan kepala sekolah dan pengawasnya pun sudah terlatih. Tak lupa sekolah inklusi ini juga melibatkan peran orangtua dan lingkungan untuk mendukung program pendidikan sekolah inklusi ini. 

"SD Negeri Wonosari 02 ini sudah lama menerapkan pendidikan sekolah inklusi sebelum Bondowoso dicanangkan sebagai kabupaten inklusi, dan terbukti bahwa SD Negeri Wonosari 02 itu menerima siswa dari berbagai ABK. Disini aja siswa kelas 6 yang tuli, kelas 4 ada tunagrahita, kurang gizi, dan juga kelas 3 itu buta warna yang sekarang sudah sembuh, dan yang paling banyak adalah siswa yang lambat dalam belajar". Ujar kepala sekolah SD Negeri Wonosari 02.

Anak berkebutuhan khusus disekolah ini, bisa bergaul/ beradaptasi dengan teman-teman nya. Begitupun siswa yang normal, mereka juga dapat banyak yang menerima dan mau bergaul dengan anak berkebutuhan khusus. Walaupun memang ada saja dari siswa normal yang mengejek atau memberikan perlakuan yang diskriminatif terhadap anak berkebutuhan khusus tersebut.

Para guru mendapat tantangan dalam mengajarkan pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus. Pada awal adanya pendidikan inklusi di SD Negeri Wonosari 02 ini, para guru merasa berat untuk melaksanakan program sekolah inklusi karena latar belakang semua guru bukan dari pendidikan luar biasa. Tetapi dengan semangat, kemauan, kerja keras, dan dukungan dari semua pihak sehingga semua guru mengusahakan dan memperjuangan kan agar pendidikan inklusi ini sukses.

Komentar

Postingan Populer