Manajemen pendidikan inklusi
MI Ma'arif Keji
Kabupaten Semarang-Jawa Tengah
Oleh Fazriah Turomdon
Pendidikan inklusi adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik yang memiliki kelainan dan potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. Nah anak yang memiliki kelainan di sebut dengan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Anak berkebutuhan khusus tidak harus menjalani pendidikan di sekolah luar biasa, misalnya di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Terdapat Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau setara dengan sekolah dasar, yang membuka kelas belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Selain untuk memupuk kepercayaan diri anak tersebut, kelas ini juga mengajarkan rasa empati bagi siswa lainnya.
Sekolah MI ini memang menerapkan pendidikan inklusi, dimana 11% siswanya adalah anak ABK. Pembelajaran di kelas berlangsung seperti biasa, meski ada anak abk. Kurikulum yang di gunakan mengikuti standar nasional dari Kemendikbud. Selain pelajaran umum, madrasah ibtidaiyah ini memiliki kelas khusus
yang di sebut KELAS SUMBER. Kelas ini di desain untuk anak-anak berkebutuhan khusus, tujuannya untuk mengejar ketertinggalan mereka dari teman-temannya.
Salah satu siswa yang ikut di kelas sumber ini adalah
JERIKO SAPUTRA UNTAYANA, yang mengalami gangguan dalam berkonsentrasi. Jeriko kesulitan dalam menyerap pelajaran. Oleh karena itu, siswa ini di latih untuk memusatkan perhatian dengan menguntai manik-manik pada seutas tali. Selain itu, kesulitannya dalam membaca pun lambat laun mulai dapat di atasi. Meski berkebutuhan khusus, jeriko justru memiliki potensi di bidang fotografi, bahkan tidak di sadari pihak sekolah saat jeriko memotret aktifitas teman-teman dan juga gurunya. Bakat ini pula yang terus di dorong sekolah untuk mendongkrak kepercayaan dirinya. Tahun lalu jeriko berkesempatan memamerkan karyanya saat pertemuan lembaga pendidikan Ma'arif se-Jawa tengah di Jepara.
Sejak 2012 MI Ma'arif Keji menjadi satu-satunya madrasah inklusi di kabupaten Semarang. 2 tahun terakhir, madrasah ini menjalin kerjasama dengan lembaga anak internasional, seperti UNICEF untuk mengembangkan pendidikan inklusi. Hal ini agar siswa dapat berkembang sesuai potensi mereka masing-masing, baik yang anak abk maupun tidak.
Pendidikan inklusi bagi ABK adalah memberikan kesempatan yang selama ini di lingkungan mereka mungkin tidak bisa menerima, tetapi disini kita memberikan layanan, kita berikan terapi, kita berikan pendampingan, kita berikan bimbingan, sehingga kesulitan yang di alami ABK ini yang lahir dari dirinya dalam berinteraksi, dalam belajar, itu sedikit demi sedikit bisa di atasi. (Ujar Supriyono selaku kepala sekolah MI Ma'arif keji)
Manfaat pendidikan inklusi bagi anak normal :
Sekolah inklusi merupakan proses pengintegrasian secara sosial, anak abk dengan anak yang normal dalam lingkup pendidikan. Sejak dini, anak-anak di didik untuk terbuka dan peduli terhadap teman-temannya yang ABK.
Manfaat pendidikan inklusi bagi anak abk :
Bagi anak abk, sekolah inklusi akan meningkatkan kepercayaan dirinya agar siap bersosialisasi di masyarakat.
Komentar
Posting Komentar