Review klasifikasi dan karakteristik ABK

Arni Ariska

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak dengan karekteristik khusus yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya dan selalu menunjukan ketidakmampuannya mental, emosional, atau fisik.

Cirinya : Kontak mata tidak fokus,Lebih Suka Menyendiri,Sangat Emosional,Kesulitan Berkomunikasi. 

Jenis-jenis, Klasifikasi dan karakteristik ABK

∆Tunanetra (penglihatan)

 -Klasifikasi Anak Tunanetra

Berdasarkan Tingkat Ketajaman melihat ada 3: Ringan (Low Vision), Setengah (Partially Soghted),Berat (Totally Blind)

-Karakteristik : mata juling, sering berkedip, menyipitkan mata, kelopak mata merah, infeksi dimata, gerakan mata tak beraturan dll.

∆Tunarungu (pendengaran) 

-Klasifikasi Anak Tunarungu : Ringan : 25-45db, sulit merespon suara-suara dari jarak agak jauh. Sedang : 46-70db, sulit mendengar dengan jarak 3-5 kaki. Berat : 71-90db, hanya dapat mendengar dengan jarak sangat dekat.

-Karakteristik : Berjalan kaku dan sedikit membungkuk, gerakan mata cepat, agak beringas, lincah, pernafasannya pendek dan terganggu, emosi bergejolak, ketidakmampuan untuk berkomunikasi dll.

∆Tunalaras (gangguan emosi dan prilaku) 

-Klasifikasi ; Tinggi : hiperaktif, suka berkelahi, memukul, menyerang, merusak barang orang, sulit berkonsentrasi, dll. Rendah : Autisme, khawatir, cemas, ketakutan, tertekan, sering menangis, malu, tidak mau bergaul, dll. Dewasa : suka berfantasi, berangan-angan, kaku, pasif, mengamuk, mudah bosan, dll. Agresif : suka mencuri, sering bolos sekolah, minggat dari rumah, pulang malam, memiliki gang jahat, dll.

-Karakteristik : Berkelahi, memukul dan menyerang, Pemarah,Suka merusak,Tidak sopan atau kurang ajar,Penentang tidak mau bekerja sama,Suka bikin ribut,Sering Bohong,Ceroboh,Mementingkan diri sendiri

∆Tunadaksa (sistem saraf terganggu)

-KlasifikasiKlasifikasi ; Spinal : Kelumpuhan pada otot-otot leher, seka dada, tangan dan kaki. Bulbair, kelumpuhan fungsi motorik pada satu atau lebih saraf yang menyebabkan adanya gangguan pernafasan. Bulbispinalis, gambungan keduanya. Encephalitis, umumnya ditandai dengan adanya demam, kesadaran menurun, tremor, dan kadang kejang-kejang. 

-Karakteristik : Anggota gerak tubuh lemah, kaku, lumpuh, Kesulitan dalam bergerak, Terdapat cacat anggota tubuh, Kesulitan berdiri, berjalan dan duduk,Hiperaktif tidak dapat tenang

∆Tunagrahita

-Klasifikasi Berdasarkan kapasitas Intelektual : Ringan IQ 50-70 : Disebut maron atau debil, mereka masih dapat membaca, menulis, dan berhitung. Sedang IQ 35-70 : Disebut imbesil, tidak dapat belajar secara akademik seperti menulis, membaca, berhitung, dan membutuhkan pengawasan. Berat IQ 20-75 : Disebut Idiot, memerlukan bantuan dan perawatan total dalam hal berpakaian, makan, mandi, dll

-Karateristik :Kepala Besar,Raut muka kecil,Tengkorak ada yang membesar dan ada yang tidak,Pandangan tidak normal,Raut muka seperti tua,Sulit memingat,Sering Emosional,Lambat menguasai kemampuan dasar seperti berpakaian, mandi, buang air di toilet. 



Komentar

Postingan Populer