Perlunya Identifikasi ABK

 IDENTIFIKASI ABK

Oleh Cahya Dewi

   Pembelajaran Pendidikan Inklusi hari ini mengidentifikasi ABK, perlu kita ketahui bahwa identifikasi adalah kegiatan mengenal atau memadai sesuatu, identifikasi anak berkebutuhan khusus dimaksud adalah usaha seseorang seperti orang tua, guru, dan tenaga ahli lainnya. Tujuannya yaitu untuk mengetahui anak mengalami kelainan atau penyimpangan seperti fisik, intelektual dan tingkah laku dalam pertumbuhan dan pengembangannya. Selain identifikasi, ABK (anak berkebutuhan khusus) memerlukan ahli penanganan seperti dokter. Setelah itu perlunya klasifikasi, dan yang terakhir yaitu pemantauan kemampuan belajar.

Siapa Saja Sasaran Identifikasi?

      Sasaran anak yang harus di identifikasi yaitu anak yang sudah bersekolah di reguler, anak yang baru masuk di sekolah reguler dan anak yang belum atau tidak sekolah. Tentunya sasaran ini harus ada petugas yang mengidentifikasinya seperti guru kelas, guru mata pembelajaran atau BK (bimbingan konseling) dan guru pendidikan khusus.

         Perlu kita ketahui bawah untuk menyikapi anak yang berkebutuhan khusus perlunya mengubah cara didikan orang tua, harus mengetahui bahwa anak mengalami ABK atau tidak, dan kesadaran dari diri sendirinya, artinya harus ada motivasi pada dirinya sendiri. Tentunya ada kendala untuk mengidentifikasi ABK seperti biaya medis dan kesediaan orang tua, apakah anak mengalami ABK atau tidak. Namun itu semua dapat di atasi oleh program-program pemerintah yang sekarang banyak sekolah-sekolah untuk anak yang mengalami kebutuhan khusus.

Setelah mengidentifikasi ABK, apakah kalian mengetahui ABK mengalami gangguan mental atau tidak? 

        Ternyata anak dapat mengalami ABNORMAL dan ABK, dapat di identifikasi bahwa ABNORMAL merupakan anak yang masih bisa mengikuti norma-norma yang berlaku di masyarakat. Seperti anak yang mengalami disabilitas intelektual, yang disebabkan oleh non-organik (kemiskinan, sosiokultural) dan organik, seperti prokonsepsi (kelainan kromosom), pranatal (gangguan pertumbuhan otak), prinatal (sangat prematur, trauma lahir). Dalam segi mental anak mudah stres pada gangguan kepribadiannya, dan biasanya melihat sesuatu yang orang lain tidak dapat melihat atau dapat disebut dengan alusinasi tingkat tinggi. Sedangkan ABK merupakan anak yang memiliki disabilitas (istimewa), artinya sudah tidak bisa mengikuti norma-norma yang berlaku. Contohnya seperti tunagrahita yang mengalami intergensi (kecerdasan), dan memiliki gangguan mental. Dapat kita ketahui dan dibedakan anak yang mengalami ABNORMAL dengan anak yang memiliki kebutuhan khusus atau istimewa.

Komentar

Postingan Populer