Pendidikan Inklusi
IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)
Oleh Tasya Budi Putriawati
-Maret 09, 2022
Pada hari jum’at tanggal 04 Maret 2022, Kelompok 2 belajar Mengidentifikasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Ada yang tahu apa itu identifikasi ?
Identifikasi adalah suatu kegiatan yang mengenal atau menandai sesuatu, identifikasi anak berkebutuhan khusus dimaksudkan usaha sseseorang (Orang tua , guru, maupun tenaga kependidikan lainnya) Untuk mengetahui apakah anak mengalami kelainan atau penyimpanan (fisik, intelektual, sosial, emosional atau tingkah laku) dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif, kegiatan identifikasi anak berkebutuhan khusus dilakukan untuk lima keperluan yaitu :
1. Penjaringan (sreening)
2. Pengalih tantangan (refeal)
3. Klasifikasi.
4. Perencanaan.
5. Pembelajaran.
6. Pemantauan kemajuan belajar.
Dalam identifikasi ini ada aspek identifikasi dalam aspek identifikasi dapat diketahui anak yang tergolong dalam Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Sifatnya sederhana dan tujuannyapun lebih ditekankan pada menemukan (secara kasar) atau bukan dapat dilakukan oleh orang-orang yang dekat (sering berhubungan atau bergaul) dengan anak, seperti orang tuanya, pengasuh, guru, dan pihak lain yang terkait dengannya.
Sasaran dalam identifikasinya yaitu :
1. Anak yang sudah bersekolah disekolah regular.
2. Anak yang baru masuk disekolah regular.
3. Anak yang belum atau tidak sekolah.
Setelah sasaran identifikasipun ada petugas identifikasi untuk mengidentifikasi seorang anak apakah tergolong ke dalam Anak Berkebutuhan Khusus atau bukan. Dilakukannya dengan :
1. Guru kelasnya masing-masing.
2. Guru mata pelajaran atau guru BK.
3. Guru pendidikan khusus.
4. Orang tua anak.
5. Tenaga professional yang terkait.
Setelah itu tindak lanjut kegiatan identikasi dengan adanya : Perencanaan pembelajaran dan pengorganisasian siswa, Pelaksanaan pembelajaran, dan Pemantauan kemajuan belajar dan evaluasi.
Jadi sangat bagus dengan diadakannya identifikasi anak berkebutuhan khusus jadi kita bisa menangani anak-anak yang ABK dengan yang bukan ABK.
Komentar
Posting Komentar