Klasifikasi dan karakteristik anak berkebutuhan khusus

 Klasifikasi dan karakteristik anak berkebutuhan khusus

Oleh putri indriyani

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak dengan karakteristik khusu yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. ABK ini mempunyai cicri-ciri antaralain: kontakmata tidak fokus, lebih suka menyendiri, sangat emosional, kesulitan berkomunikasi.

Jenis-jenis anak berkebutuhan khusus 

Tunanetra (penglihatan)

Mata juling, sering berkedp, menyipitkan mata, kelopak matamerah, sering berkedip, infeksi dimata, gerakan mata tak beraturan.

Tunarungu (pendengaran) 

Klasifikasinya:

ringan : 25-45db, sulit merespon suara-suara dari jarak yang jauh.

Sedang : 46-70db, sulit mendengar dengan jarak 3-5 kaki

Berat : 71-90db, hanya dapat mendengar dengan jarak sangat dekat.

Karakteristiknya: berjalan kaku dan sedikit membungkuk, gerakan mata cepat, ketiakmampuan untuk berkomunikasi,emosi bergejolak, agak beringas.

Tunadaksa (sistem saraf terganggu)

Klasifikasinya: 

Ringan: dapat berjalan tanpa alat bantu, mampu berbicara dan dapat menolong dirinya sendiri.

Sedang : memerlukan bantuan untuk berjalan

Berat : memerlukan perawatan tetap

Karakteristiknya: 

Anggota geraktubuh lemah, kaku, lumpuh

Kesulita dalam bergerak

Terdapat cacat anggota tubuh

Kesulitan berdiri, berjalan, dan dudukk

hiperaktif tidak dapat tenang.

Tunagrahita (berkelainan mental)

Karakteristik: 

Kepala besar

Raut muka kesil

Pandangan tidak normal

Sering emosional

Sulit mengingat

Tunalaras (gangguan emosi dan prilaku)

Klasifikasinya:

Tinggi : hiperaktif, suka berkelahi,memuku, menyerang ,merusak barang orang, sulit berkonsentrasi.

Rendah : autisme, khawatir, cemas, ketakutan, tertekan, sering menangis

Dewasa : suka berpantasi, berangan-angan, kaku, pasif, mengamuk, mudah bosan

Agresif : suka mencuri, sering bolos sekolah,memiliki geng jahat

Komentar

Postingan Populer