klasifikasi dan karakteristik ABK

Lutfi Adrikni

ABK adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya dan selalu menunjukkan ketidakmampuan pada mental, emosional, atau fisik.
Memiliki ciri-ciri kontak mata tidak fokus, lebih suka menyendiri, sangat emosional, kesulitan dalam berkomunikasi.

Jenis-jenis ABK
1. Tunanetra (penglihatan)
2. Tunarungu (pendengaran)
3. Tunadaksa (sistem saraf terganggu)
4. Tunalaras (gangguan emosi dan perilaku)
5. Cerebral plasy (kelumpuhan otak)

Klasifikasi ABK
1. Klasifikasi anak tunanetra
Berdasarkan tingkat ketajaman mata
Ringan (low vision), Setengah (partially soghted), Berat (totally blind).
Karakteristik : mata juling, sering berkedip, menyipitkan mata, kelopak mata merah, infeksi di mata, gerakan mata tidak beraturan.

2. Klasifikasi anak tunarungu
Ringan : 25: 45 db, sulit merespon suara-suara dari jarak agak jauh
Sedang : 46-70 db, sulit mendengar dengan jarak 3-5 kaki
Berat : 71-90 db, hanya dapat mendengar dengan jarak sangat dekat
Karakteristik : berjalan kaku dan sedikit membungkuk, pernafasannya pendek dan terganggu, emosi bergejolak, ketidakmampuan untuk berkomunikasi.

3. Klasifikasi anak tunadaksa
Klasifikasi :
Spinal : kelumpuhan pada otot-otot leher, seka dada, tangan dan kaki
Bulbair : kelumpuhan fungsi motorik pada satu atau lebih saraf yang menyebabkan adanya gangguan pernafasan
Bulbispinalis : gabungan antara spinal dan bulbair
Encephalitis : umunya ditandai dengan adanya demam, kesadaran menurun, tremor, dan kadang kejang-kejang.

4. Klasifikasi anak tuna grahita
Anak berkelainan intelektual
Berdasarkan kapasitas intelektual
Ringan IQ 50-70 : disebut maron atau debil (mereka masih bisa membaca, menulis, dan berhitung)
Sedang IQ 35-70 : disebut imbesil (tidak dapat belajar secara akademik, seperti menulis, membawa, berhitung dan membutuhkan pengawasan)
Berat IQ 20-70 : disebut idiot imbesil (memerlukan bantuan dan perawatan total dalam hal berpakaian, makan, mandi, dan lain sebagainya)
Karakteristik : kepala besar, raut muka kecil, pandangan tidak normal, sering emosional.

5. Klasifikasi anak tunalaras
Tinggi : hiperaktif (suka memukul, berkelahi, menyerang)
Rendah : autisme (khawatir, ketakutan, tertekan)
Dewasa : suka berfantasi, berangan-angan, kaku, mengamuk mudah bosan
Agresif : suka mencuri, sering bolos sekolah, minggat dari rumah
Karakteristik : berkelahi, memukul dan menyerang, pemarah, tidak sopan, sering bohong, suka bikin ribut, mementingkan diri sendiri.

Komentar

Postingan Populer