Klasifikasi dan Karakteristik ABK
Oleh Rini Yuliani
Pada pertemuan Minggu ke 4 kita membahas tentang Klasifikasi dan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus
Dimana Anak Berkebutuhan Khusus merupakan anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya dan selalu menunjukkan ketidakmampunya mental emosional atau fisik.
Nah selanjutnya itu ada jenis-jenis anak berkebutuhan khusus, yaitu: 1. Tunanetra (penglihatan), 2. Tunarunggu (pendengaran), 3. Tunalaras (gangguan emosi dan prilaku), 4. Tunadaksa (sistem saraf terganggu), dan 5. Cerebral plasy (kelumpuhan otak)
Selanjutnya yaitu ada kalsifikas dan karakteristik anak berkebutuhan khusus, yaitu:
1. Tunanetra
klasifikasi berdasarkan tingkat ketajaman melihat, 1. Ringan (low vision), 2. Sedang (partially soghetd), dan 3. Berat (totally blind).
Karakteristik mata juling, sering berkedip, menyipitkan mata, kelopak mata merah, infeksi mata, gerakan mata tak beraturan dll.
2. Tunarunggu
Klasifikasi Anak Tunarunggu yaitu: 1. Ringan 25-45db, sulit merespon suara-suara dari jarak agak jauh, 2. Sedang 46-70db. sulit mendengar dengan jarak 3-5 kaki, dan 3. Berat: 71-90db. hanya dapat mendengar dengan jarak sangat dekat.
Karakteristik, Berjalan kaku dan sedikit membungkuk, gerakan mata cepat, agak beringas, lincah pernafasannya pendek dan terganggu, emosi bergejolak ketidakmampuan untukberkomunikasi dll.
3. Tunadaksa
Cerebral Palsy (CP): 1. Ringan dapat berjalan tanpa alat bantu mampu berbicara dan dapat menolong dirinya sendiri, 2. Sedang Memerlukan bantuan untuk berjalan, 3. Berat Memerlukan perawatan tetap. Berdasarkan Letaknya I. Spastic: kekakuan pada sebagaian atau semua otot, 2 Dyskenisia: gerakannya tak terkontrol kekauan dan sulit digerakan, 3. Ataxia: Gangguan keseimbangan, tangan tidak berfungsi berjalan gontai, dan 4. Campuran mengalami kelainan ganda. POLIO: 1. Spinal Kelumpuhan pada otot-otot leher, seka dada, tangan, dan kaki, 2. Bulbair kelumpuhan fungsi motorik pada satu atau lebih saraf yang menyebabkan adanya gangguan pernafasan, 3. Bulbispinalis, gambungan keduanya, dan 4 Encephalitis. umumnya ditandai dengan adanya demam. kesadaran menurun, tremor, dan kadang kejang-kejang.
Karakteristik tunadaksa yaitu: Anggota gerak tubuh lemah kaku, lumpuh, 2. Kesulitan dalam bergerak, 3. Terdapat cacatanggota tubuh, dan 4 Kesulitan berdiri, berjalan dan duduk 5 Hiperaktif tidak dapat tenang
4. Tunagrahita
berdasarkan karakteristik nya, Berdasarkan kapasitas Intelektual 1. Ringan 10 50-70 Disebut maron atau debil mereka masih dapat membaca, menulis, dan berhitung, 2. Sedang 10 35-70 Disebut imbesil tidak dapat belajar secara akademik seperti menulis. membaca, berhitung dan membutuhka, dan 3. pengawasan. Berat 10 20-75 Disebut Idiot, memerlukan bantuan dan perawatan total dalam hal berpakaian, makan, mandi, dll.
Karakteristik tunagrahita yaitu: 1. Kepala Besar, 2. Raut muka kecil, 3. Tengkorak ada yang membesar dan ada yang tidak, 4. Pandangan tidak normal, 5. Raut muka seperti tua, 6. Sulit memingat, 7 Sering Emosional, dan 8. Lambat menguasai kemampuan dasar seperti berpakaian, mandi, buang air di toilet.
5. Tunalaras
klasifikasi nya yaitu: 1. Tinggi hiperaktif, suka berkelahi memukul menyerang, merusak barang orang, sulit berkonsentrasi dll. Rendah Autisme, khawatir, cemas, 2. ketakutan, tertekan. sering menangis, malu, tidak mau bergaul dil, 3. Dewasa suka berfantasi berangan-angan, kaku. pasif, mengamuk. mudah bosan, dll, dan 4. Agresif suka mencuri sering bolos sekolah minggat dari rumah pulang malam memiliki gang jahat dll.
Karakteristik tunalaras yaitu: 1. Berkelahi memukul dan menyerang, 2. Pemarah, 3. Suka merusak, 4. Tidak sopan atau kurang ajar, 5. Penentang tidak mau bekerja sama, 6. Suka bikin ribut, 7. Sering Bohong, 8. Ceroboh, dan 9. Mementingkan diri sendiri
Komentar
Posting Komentar