Kelebihan dan kelemahan pendidikan inklusi

Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas pendidikan inklusi disini kita akan membahan tentang kelebihan dan juga kekurangan dari pendidikan inklusi

1. Kelebihan

Kelebihannya pendidikan inklusi dalam penyelenggaraannya memiliki beberapa kelebihan di bandingkan dengan pendidikan terpadu munculnya sekolah inklusi karena memiliki beberapa keistimewaan dimanakeberadaan anak cacat diakui sejajar dengan anak normal

1). Lingkungan mengajarkan kebersamaan dan menghilangkan diskriminasi  

2). Memberi kesan pada orang tua dan masyarakat bahwa anak cacat pun mampu seperti anak pada umumnya

3). Anak yang berkelainan akan belajar menerima dirinya sebagaimana adanya dan juga tidak menjadi asing lagi di lingkungannya

4). Aktivitas yang mungkin dapat diikuti anak cacat ada kesempatan untk berpartisipasi sehingga dapat menunjukkan kemampuannya di lingkungan anak normal

2. kekurangan

1). Kurikulum yang tersusun kaku dan kurang tanggap terhadap kebutuhan anak yang berbeda

2). kebijakan yang kurang mendukung kebijakan pemerintah tidak memisahkan komponen pendidikan khusus ini, harusnya tidak lagi dibedakan.

3). kurangnya ketersediaan anggaran Minimnya anggaran yang disediakan pemerintah

4). Dukungan Sumber Daya Manusia SDM

5). Paradigma Pandangan Masyarakat Terhadap Pendidikan Inklusi  

3. Kelebihan model pendidikan inklusi

1). Anak akan memperoleh keadilan layanan pendidikan, tidak dibedakan dari  anak normal sehingga secara tidak langsung dapat membangkitkan motivasi  dan gairah belajar di sekolah

2). Anak dapat berpartisipasi dalam kehidupan di sekolah tanpa memandang kekurangan  yang disandang

3). Anak merasakan  perlakuan dan persamaan hak, harkat dan martabat dalam memperoleh layanan pendidikan tanpa membedakan antara yang cacat dan yang normal

4). Anak dapat bergaul dan berinteraksi secara sehat dengan teman-temannya yang normal,  sehingga  meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi berprestasi dalam belajar.

4. Kelemahan model pendidikan inklusi

1). Untuk dapat disebut sebagai sekolah inklusi dibutuhkan sarana dan prasarana yang dapat mengakses kebutuhan individual anak yang tidak gampang dipenuhi oleh sekolah yang telah menyatakan diri sebagai sekolah inklusi

2). Untuk dapat disebut sebagai sekolah inklusi yang sebenarnya juga dibutuhkan tenaga pendidik dan tenaga non pendidik (seperti dokter, psikolog, konselor, dan sebagainya) yang tidak serta-merta dapat dipenuhi oleh sekolah yang memproklamirkan diri sebagai sekolah inklusi

3). Meskipun disebut sebagai sekolah Inklusi yang secara teoritis bisa menerima semua anak  tanpa memandang normal atau tidak normal, namun dalam praktik di lapangan sekolah inklusi biasanya hanya menerima anak cacat yang berkategori  ringan,  bukan yang berkategori sedang atau berat

Komentar

Postingan Populer