KELEBIHAN dan KEKURANGAN PENDIDIKAN INKLUSI
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PENDIDIKAN INKLUSI
oleh Halimatu Sadiah
A. KELEBIHAN PENDIDIKAN INKLUSI
Kelebihannya Pendidikan Inklusi dalam penyelenggaraannya memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan terpadu atau pendidikan khusus segregasi sehingga sangat tepat apabila pemerintah menyelenggarakan dan mengembangkan program ini. Munculnya sekolah inklusi karena memiliki beberapa keistimewaan antara lain :
- keberadaan anak cacat diakui sejajar dengan anak normal;
- lingkungan mengajarkan kebersamaan dan menghilangkan diskriminasi;
- memberi kesan pada orang tua dan masyarakat bahwa anak cacat pun mampu seperti anak pada umumnya;
- anak yang berkelainan akan belajar menerima dirinya sebagaimana adanya dan juga tidak menjadi asing lagi di lingkungannya;
- aktivitas yang mungkin dapat diikuti anak cacat ada kesempatan untk berpartisipasi sehingga dapat menunjukkan kemampuannya di lingkungan anak normal;
- membutuhkan pegangan diri yaitu dnegan belajar secara kompetitif, eksistensi anak caat akan teruji dalam persaingan secara sehat dengan anak pada umumnya.
Disamping ada kelebihan pasti ada kekurangan. Dan untuk kekurangan pendidikan inklusi diantaranya adalah:
- Kurikulum yang tersusun kaku dan kurang tanggap terhadap kebutuhan anak yang berbeda.
- kebijakan yang kurang mendukung kebijakan pemerintah tidak memisahkan komponen pendidikan khusus ini, harusnya tidak lagi dibedakan.
- kurangnya ketersediaan anggaran Minimnya anggaran yang disediakan pemerintah adalah sisi lain akibat tidak adanya dukungan kebijakan pemerintah.
- Dukungan Sumber Daya Manusia SDM
- Paradigma Pandangan Masyarakat Terhadap Pendidikan Inklusi
C. MODEL PENDIDIKAN INKLUSI
1. Kelebihan
- anak akan memperoleh keadilan layanan pendidikan, tidak dibedakan dari anak formal
- anak dapat berpartisipasi dalam kehidupan di sekolah tanpa memandang kekurangan yang disandangnya
- anak meraskan perlakuan dan persamaan hak, harkat dan martabat dalam mendapat pendidikan
- anak dapat bergaul dan berinteraksi secara sehat dengan teman-teman yang normal
2. Kekurangan
- untuk dapat disebut sekolah inklusi dibutuhkan saran dan prasan yang dapat mengakses kebutuhan individu anak yang tidak gampang dipenuhi oleh sekolah yang telah menyatakan diri sebagai sekolah inklusi.
- dibuthkan tenaga pendidik dan tenaga non pendidik yang tidak serta merta dapat dipenuhi oleh sekolah.
- meskipun disebut sekolah inklusi yang secara toeritis bisa menerima semua anak tanpa memandang normal atau tidak normal, namun dalampraktiknya di lapangan sekolah inklusi biasanya hanya menerima anak dengan cacat ringan.
Komentar
Posting Komentar