implementasi pendidikan inklusi
Lutfi Adrikni
Implementasi pendidikan inklusi mendapatkan anak berkebutuhan khusus untuk belajar dengan anak normal di sekolah reguler. Berdasarkan pengembangan pendidikan inklusi di negara maju kita dapat melihat bahwa di Amerika serikat diperkirakan hanya 0,5% anak berkelainan yang bersekolah di sekolah khusus, dan lainnya berada di sekolah biasa. Sedangkan di Inggris pada tahun 1980 - 1990 saja, peserta didik di sekolah khusus diproyeksikan menurun dari 9 juta menjadi sekitar 2 juta orang, karena kembali ke sekolah biasa.
Di negara Indonesia yang pada umumnya pendidikan inklusi dikelompokkan selaras dengan konsep pendidikan nasional, yaitu inklusi sebagai wadah pengelolaan yang memberikan peluang yang adil kepada semua siswa tanpa membedakan status sosial, sekolah inklusi mengimplementasikan model multi input yang bermakna tidak ada penolakan murid untuk belajar, program kurikulum yang diperoleh dalam pendidikan inklusi berbasis kepada anak, sistem penilaian evaluasi bersifat adil dan disesuaikan dengan kemampuan siswa.
Pro dan kontra inklusi
1. Pro inklusi
Argumen yang dikemukakan para pendukung konsep inklusi
a. Bukti empiris belum banyak yang merupakan sumber si bahwa pendidikan khusus yang diberikan di luar kelas reguler menunjukkan hasil yang lebih positif bagi anak
b. Sekolah khusus mengharuskan penggunaan label kelainan yang dapat berakibat negatif pada anak
c. Banyak ABK yang tidak mampu memperoleh pendidikan karena tidak tersedia sekolah khusus yang dekat
d. Adek harus dibiasakan dan beradaptasi tinggal dalam masyarakat bersama masyarakat lainnya.
2. Kontra inklusi
Para pakar yang mempertahankan penyediaan penempatan pendidikan bagi anak perempuan secara formal
a. Peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam masyarakat bahwa bagi ABK diselenggarakan layanan pendidikan yang bersifat kontinum
b. Bagi hasil penelitian yang tetap mendukung gagasan perlunya berbagai alternatif penempatan bagi ABK
c. Banyak orang tua dan masyarakat yang menghendaki anak yang berkebutuhan khusus di kelas khusus khusus
d. Secara umum kelas reguler belum siap menyelenggarakan pendidikan inklusi karena berdasarkan sumber daya pendidikan.
Permasalahan pendidikan inklusi di sekolah
1. Permasalahan inklusi dan implikasinya
a. Kerajinan kursi bagi ABK belum dipahami sebagai upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan
b. Pendidikan inklusi cenderung dipersepsi oleh masyarakat sama dengan integrasi, sehingga masih ditemukan pendapat bahwa anak khusus menyesuaikan dengan sistem sekolah
c. Dalam pengimplementasinya guru cenderung belum mampu sikap proaktif dan ramah terhadap semua anak, menimbulkan komplain orang tua dan menjadikan anak berkebutuhan khusus sebagai bahan cemoohan.
Komentar
Posting Komentar