Identifikasi ABK
Identifikasi ABK
Oleh Silva Saskia Dewi
dentifikasi adalah kegiatan mengenal atau menandai sesuatu, identifikasi anak berkebutuhan khusus dimaksudkan usaha seseorang (orangtua, guru, maupun tenaga kependidikan lainnya) untuk mengetahui apakah anak mengalami kelainan/penyimpangan fisik, intelektual, sosial, emosional atau tingkah laku dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
Ada 5 identifikasi anak berkebutuhan khusus yaitu: penjaringan (screening), pengalihtanganan (referal), klasifikasi, perencanaan pembelajaran, dan pemantauan kemajuan belajar.
Aspek identifikasi yaitu kelainan/penyimpangan, dapat diketahui anak tergolong ABK. Kegiatan identifikasi sifatnya masih sederhana dan tujuannya lebih ditekankan pada menentukan secara kasar apakah seorang anak tergolong abk atau bukan, dapat dilakukan oleh orang-orang terdekat dengan anak, se[erti orangtuanya, pengasuh, guru dan pihak lainyang terkait dengannya. Langkah selanjutnya dapat dilakukan screening khusus secara lebih mendalam yang sering disebut assesmen yang apabila diperlukandapat dilakukan oleh tenaga profesional, seperti dokter, psikolog, neurolog, orthopedadog, therapis.
Sasaran identifikasi anak berkebutuhan khusus yaitu: anak yang sudah bersekolah disekolah reguler, anak yang baru masuk disekolah reguler, anak yang belum/tidak sekolah.
Adapun petugas identifikasi dapat dilakukan oleh guru kelas, guru mata pelajaran/ guru bk, guru pendidik khusus, orangtua anak, dan tenaga profesional terkait.
Alat identifikasi untuk membantu guru dan orangtua dalam rangka meneukenali anak yang memerlukan layanan pendidikan khusus, antara lain sebagai berikut
Form 1: informasi riwayat perkembangan anak
Form 2: informasi/data orangtua/wali siswa
Form3: informasi profil kelainan anak (bila memungkinkan form ini dibuat oleh ahli PLB/orthopedagog
Tindaklanjut kegiatan idenrifikasi abk yaitu prencanaan pembelajaran dan pengorganisasian siswa, pelaksanaan pembelajaran, pemantauan kemajuan belajar dan evaluasi.
Komentar
Posting Komentar