Identifikasi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)
Identifikasi adalah kegiatan mengenal atau menandai sesuatu, identifikasi ABK maksudnya adalah usaha seseorang (orang tua, guru, maupun tenaga kependidikan) untuk mengetahui apakah anak mengalami kelainan (fisik, intelektual, sosial, emosional /tingkah laku) dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Di luar jenis kelainan tersebut terdapat anak yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa atau sering disebut sebagai anak yang memiliki kecerdasan dan bakat luar biasa. Masing-masing memiliki ciri dan tanda-tanda khusus atau karakteristik yang dapat digunakan oleh guru untuk menandai dalam rangka identifikasi anak dengan kebutuhan pendidikan khusus.
Sasaran indentifikasi Anak Berkebutuhan Khusus yaitu, dimana seluruh anak usia pra-sekolah dan usia sekolah dasar. Sedangakan secara khusus (operasional) sasaran indentifikasi Anak Berkebutuhan Khusus adalah;
Kegitan identifikasi abk di lakukan untuk 5 keperluan :
1. Penjaringan
2. pengalihtanganan, contoh : dokter, psikolog, dan lain-lain yang bisa menangani anak tersebut
3. Klasifikasi, yaitu apakah si anak termasuk ke anak yang tunanetra, tunawicara atau yang lainya
4. Perencanaan pembelajaran
5. Pemantauan kemajuan belajar anak, tujuannya untuk mengetahui apakah materi yang diberikan bisa di terima dengan baik atau tidak.
Aspek identifikasi
Hal ini dapat di lakukan oleh orang-orang terdekat yang sering bergaul dengan anak, contoh : orang tua, pengasuh, guru atau lainnya. Kemudian, dapat di lakukan screening khusus secara lebih mendalam, yang dapat di lakukan oleh tenaga profesional.
Sasaran identifikasi
1. Anak yang sudah bersekolah di sekolah dasar
2. Anak yang baru masuk di sekolah dasar
3. Anak yang belum atau tidak sekolah
Petugas identifikasi
1. Guru kelas
2. Guru bk
3. Guru pendidikan khusus
4. Orang tua
5. Tenaga professional
Pelaksanaan idetifikasi
1. Menghimpun data tentang anak
2. Menganalisis data dan mengklasifikasi anak
3. Mengadakan pertemuan konsultasi dengan kepala sekolah
4. Menyelenggarakan pertemuan kasus
5. Menyusun laporan hasil pertemuan kasus
Alat identifikasi
1. Form 1 : informasi riwayat perkembangan anak
2. Form 2 : informasi atau data orang tua
3. Form 3 : informasi profil kelainan anak (bila memungkinkan form ini di buat oleh ahli PLB/ ortho pedagog)
Tindak lanjut kegiatan identifikasi
1. Perencanaan pembelajaran dan pengorganisasian
2. Pelaksanaan pembelajaran
3. Pemantuan kemajuan belajar dan evaluasi
Penyebab anak terlahir dengan disabilitas intelektual :
1. Non organik
kemiskinan, sosiokultural. Contoh:
a. memakan makanan yang tidak bernutrisi
b. memakan makanan yang tidak bergizi
2. Organik
a. Kelainan kromosom (perkawinan antara seorang laki-laki dan perempuan)
b. kekurangan kromosom 21, ketika dalam kandungan ibu kekurangan zat asam folat
c. Gangguan pertumbuhan otak karena kelainan kromosom
d. Perinatal :melahirkan dengan proses prematur, asfiksia, ataupun trauma lahir
e. Postnatal : trauma, kepala berat, gizi buruk ataupun infeksi.
Komentar
Posting Komentar