Sejarah Pendidikan Inklusi
Siti Putri Annisa Ulwahidah
Ternyata program pendidikan inklusi memiliki sejarah yang belum banyak orang ketahui selayaknya kami mahasiswa PGSD semester 4 belum mengetahui nya, oleh sebab itu di pertemuan ketiga kami membahasnya.
Di negara scandanavia yaitu Swedia, Norwegia, dan Denmark adalah negara yang memprakarsai berdirinya program pendidikan inklusi yang cetuskan oleh John Kennedy presiden di Amerika pada tahun 1960 yang dikenal sebagai pakar pendidikan yang berkecimpung di dunia pendidikan inklusi, belum banyak negara yang menjalani program ini karena belum mengetahui tujuan dari pendidikan inklusi ini.
Pendidikan Inklusi dibuat agar pendidikan tidak segregatif yang artinya pendidikan yang memisahkan antara ABK dan ATBK oleh karena itu terciptanya program pendidikan inklusi ini agar pendidikan integratif yaitu pendidikan yang menyatukan antara ABK dan ATBK sebab ada efek yang akan dirasakan baik ABK maupun ATBK.
Setelah program pendidikan inklusi ini menyebar di setiap negara maka dunia pendidikan menuntut dan mencetuskan tahun 1991 diadakan konvensi Education For All (EFA) di Bangkok menginginkan pendidikan yang integratif memerlukan pendidikan secara tuntas tidak di beda-bedakan. EFA ialah orang-orang yang bersekolah dengan menyamaratakan, secara jika anak ABK di perkelompokkan itu dapat menyebabkan anak tertekan karena merasa mereka berbeda, oleh sebab itu orang-orang yang berada di EFA mengikat semua orang yang mengikuti konvensi ini.
Sehingga tindak lanjut dari konvensi EFA menyatakan statement baru yang di adakan tahun 1994 Salamankan-Spanyol yang didalamnya terdapat 3 point
1. Semua anak sebaiknya belajar bersama (berada di lingkungan yang sama)
2. Pendidikan didasarkan kebutuhan siswa (adanya penyesuaian sekolah)
3. ABK diberikan pelayanan khusus
Setelah banyaknya negara yang mengadakan program pendidikan inklusi ini di Indonesia pun turut mengadakan pada tahun 2004 di Bandung dengan mengadakan deklarasi konvensi nasional yaitu komitmen terhadap pendidikan inklusi. Oleh karena itu pada tahun 2005 diadakan kembali simposium internasional di Bukittinggi-Sumatra Barat yang memperjuangkan hak-hak anak yang memiliki hambatan dalam belajar untuk menekankan perkembangan pendidikan inklusi.
Sehingga manfaat dan tujuan dari pendidikan inklusi ini
1. Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak sehingga anak tidak merasakan segregatif terbatas dalam melakukan kesempatan yang ada
2. Membantu mempercepat program wajib belajar di pendidikan dasar
3. Menciptakan sistem pendidikan yang menghargai perbedaan keanekaragaman, tidak diskriminatif dan ramah dalam pembelajaran (berlatih dalam menghargai dari hal terkecil agar timbul rasa empati dan simpati)
Komentar
Posting Komentar