Review materi Minggu ke 3
Nama : Neneng suryanah
Nim : 208620600176
Prodi : PGSD
Semester : 4
Pada pertemuan minggu ke-3 di mata kuliah pendidikan inklusi kita bersama-sama membahas mengenai sejarah pendidikan inklusi adanya pendidikan inklusi di dunia pada mulanya diprakarsai dan diawali dari negara-negara Scandinavia (Denmark, Norwegia, Swedia). Di Amerika Serikat pada tahun1960-an oleh Presiden John Kennedy.
Konsep yang dilakukan atau tujuannya diadakannya pendidikan inklusi yaitu pendidikan yang tadinya bersifat segregatif merubah ke integratif
Dimana segregatif ini dapat kita pahami adalah pendidikan yang memisahkan antara anak berkebutuhan khusus ( Abk ) dengan anak tanpa berkebutuhan khusus (Atbk) di mana bisa diartikan juga yaitu adanya tempat belajar seperti yang kita kenal bahwa ABK bersekolah di sekolah skh yang mana hal ini dapat memicu adanya deskriminasi jika seorang anak ABK bertemu dengan anak Atbk. Sedangkan, Integratif adalah menyatukan anak berkebutuhan khusus dengan anak tanpa berkebutuhan khusus di mana langkah ini bertujuan agar ketika anak tanpa berkebutuhan khusus bertemu dengan anak berkebutuhan khusus tidak akan terjadinya sikap deskriminasi. Dari itulah dibuat konsep yang demikian.
Kemudian pada tahun 1991 mulai digarap kan pendidikan inklusi dengan diadakannya konvensi hak anak yang mana mencetuskan education for all artinya bagaimana seseorang bersekolah dan setara dalam hal lebih jauh haknya didalam pendidikan. Di mana hal ini yang harusnya sudah dilakukan juga di Indonesia supaya anak anak di Indonesia bisa menerima perbedaan dan bisa tumbuhnya sikap empati dan simpati didalam dirinya.
Kemudian diadakan pertemuan selanjutnya pada tahun 1994 di salamanca Spanyol di dalam pertemuan tersebut menghasilkan 3 keputusan yaitu 1. Semua anak sebaiknya belajar bersama, artinya bahwa seorang anak berkebutuhan khusus maupun anak tanpa berkebutuhan khusus di gabungkan di dalam satu sekolahan tanpa membeda-bedakan nya
2. Pendidikan didasarkan atas kebutuhan siswa, Maksudnya adalah setiap anak memiliki kebutuhan pendidikan yang sama dengan yang lainnya.
3. ABK diberikan layanan khusus
Kemudian di Indonesia mulai mendengar bahwa pendidikan inklusi sangat penting maka pada tahun 2004 diadakan konvensi nasional di Bandung dengan menghasilkan deklarasi Bandung dengan " manusia menuju pendidikan inklusi"
Kemudian dilanjutkan pada tahun 2005 diadakan simposium internasional di bukit tinggi Papua yang isinya antara lain memperjuangkan hak hak anak yang memiliki hambatan belajar. Kemudian juga perlunya ditekankan perkembangan pendidikan inklusi.
Diadakannya pendidikan inklusi memiliki tujuan antara lain :
1. Memberikan kesempatan sebanyak banyaknya kepada anak.
2. Membantu mempercepat program wajib belajar pendidikan dasar.
3. Menciptakan sistem pendidikan yang menghargai keberagaman. Dengan cara menumbuhkan sikap simpati dan empati.
Dari pembahasan di atas maka kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan inklusi sangatlah penting karena apa karena di dalam pendidikan inklusi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak berkebutuhan khusus dan juga pendidikan inklusi ini diadakannya untuk menghargai keanekaragaman. Sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu bhinneka tunggal Ika.
Kemudian jika ditanya apakah perlu atau seberapa pentingkah pendidikan inklusi maka dapat kita jawab bahwa pendidikan inklusi itu sangatlah penting untuk memenuhi hak asasi manusia atas pendidikan, anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama dengan anak biasa.
Komentar
Posting Komentar