Pendidikan Inklusi
SEJARAH PENDIDIKAN INKLUSI
Oleh Husniah
Hari Jum’at
tanggal 18 Februari 2022, kita belajar yang di jelaskan oleh Ibu Ajeng
yaitu Sejarah Perkembangan Inklusi, bahwasannya Negara yang memperkasai adanya
Pendidikan inklusi yaitu di Scandinavia di Amerika Serikat pada tahun 1960.
Konvensi dunia tentang anak pada tahun 1989 dan Konferensi dunia tentang
Pendidikan tahun 1991 di Bangkok yang menghasilkan Education For All. Pada
tahun 1994 di selenggarakan konvensi Pendidikan di Spanyol dan di Indonesia masuk
tahun 2004 menyelenggarakan konvensi nasional menuju Pendidikan inklusi.
1. Semua Anak sebaiknya belajar bersama
2. Pendidikan di salamanka kebutuhan siswa
3. ABK di berikann layanan khusus
Dan
di adakannya simposium internasioal pada tahun 2005 di Bukittinggi. Di bukittiggi.
Di bukittinggi menekankan perlunya terus mengembangkan program Pendidikan
inklusi.
Tujuan Pendidikan Inklusi
Pendidikan inklusi di Indonesia di
selenggarakan dengan tujuan.
1. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua
anak.
2. Membantu mempercepat program wajib belajar Pendidikan
dasar.
3. Membantu meningkatkan mutu Pendidikan dasar dan
menengah dengan menekankan angka tinggal kelas dan putus sekolah.
4. Menciptakan sistem Pendidikan yang menghargai
keanekaragaman.
Anak berkebutuhan khusus permanen meliputi:
1. Anak dengan gangguan Penglihatan (Tunanetra)
a.
Anak kurang
Awas (Low vision)
b.
Anak
Tunanetra total (totally blind)
2. Anak dengan gangguan pendengaran dan bicara
(Tunarungu/Wicara)
a.
Anak kurang
dengar (hand of hearing)
b.
Anak Tuli (deaf)
3. Anak dengan gangguan kecerdasan (Tunagrahita)
1). Anak tunagrahita ringan (IQ 50-70)
2). Anak tunagrahita sedang (IQ 25-49)
3). Anak tunagrahita berat (IQ 25 – ke bawah)
Anak dengan gangguan anggota gerak (Tunadaksa)
a. Anak layuh anggota gerak tubuh
(Polio)
b. Anak dengan gangguan fungsi syaraf otak (cerebral palcy)
Anak dengan gangguan perilaku dan emosi (Tunalaras)
a. Anak dengan gangguan Prilaku
Komentar
Posting Komentar