Pendidikan Inklusi
Nama : M. Ridwan | NIM : 208620600208
PGSD Semester 4 |
Dosen Pengampu : Ajeng Muliasari, S.Kom.I,. M.Pd
Pendidikan inklusi yang ada di Ibu Pertiwi yang ada di Indonesia teman-teman semuanya penyelenggaraan pendidikan inklusi merupakan bentuk upaya pemerintah yang diharapkan mampu mencetak generasi penerus yang dapat memahami dan menerima segala bentuk perbedaan dan tentunya tidak menciptakan diskriminasi dalam kehidupan masyarakat kedepannya.
informasikan data ABK anak berkebutuhan khusus yang ada di Indonesia, menurut Kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak jumlah ABK yang berhasil didata sekitar 1,5 juta jiwa ini di tahun ini memperkirakan bahwa paling sedikit ada 10% anak usia sekolah yang memiliki kebutuhan khusus Nah kalau kita berpatokan atau berpacu sama kalau kita berpatokan dengan perkiraan dari PBB yang 10% tadi ya maka diperkirakan ada kurang lebih 4,2 juta anak Indonesia yang memiliki kebutuhan khusus angka yang lumayan tinggi.
Teman-teman tentu 4,2 juta jiwa ini mereka punya beragam kebutuhan khusus dan dengan tingkat yang berbeda-beda ada yang tingkat terendah ada yang tingkat sedang dan ada yang tingkat tinggi, penyelenggaraan sistem sekolah inklusi kita tahu bahwa ini merupakan salah satu syarat yang harus terpenuhi untuk membangun masyarakat inklusif sebuah tatanan masyarakat yang saling menghormati dan juga tentunya menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman sebagai realitas kehidupan Menurut Dharma dan rusyidi tahun 2015 ada sedikitnya enam model sekolah inklusi yang dapat dilakukan di Indonesia yang pertama adalah kelas reguler atau inklusi penuh ini maksudnya adalah anak berkebutuhan khusus di sini belajar bersama anak normal sepanjang hari di kelas reguler dengan menggunakan kurikulum yang sama yang kedua model sekolah dengan kelas reguler dengan Cluster jadi teman-teman disini anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak normal di kelas reguler dalam kelompok khusus Jadi mereka ada kelompok kelompoknya begitu ya di dalam satu satuan kelas reguler yang ketiga ada kelas reguler dengan pull out Apa itu di dalam kelas ini anak berkebutuhan khusus belajar bersama dengan anak normal di kelas reguler tetapi dalam waktu-waktu tertentu itu ditarik dari kelas reguler ke ruang lain untuk belajar dengan guru pembimbing khusus mungkin ada beberapa pelajaran yang tidak bisa mereka serap begitu ya didalam kelas reguler sehingga mereka harus dibawa ke kelas yang lain atau mendapatkan Hai pembelajaran yang lebih intens dengan guru pembimbing khusus ini yang keempat adalah kelas reguler dengan cluster dan pull out disini anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak normal di kelas reguler dan dalam kelompok khusus dan seperti yang sebelumnya ya jadi dalam waktu-waktu tertentu mereka ini ditarik dari kelas reguler ke kelas lain untuk belajar dengan guru pembimbing khusus kelas reguler dengan yang ada Cluster nya ini tentu sangat sesuai untuk kelas kelas reguler yang didalamnya ada beberapa anak yang memiliki kebutuhan khusus yang kelima adalah kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian disini anak berkebutuhan khusus belajar di dalam kelas khusus pada sekolah reguler namun dalam bidang-bidang tertentu dapat belajar bersama anak normal di kelas reguler Hai jadi ini kebalikannya kelas reguler dengan pull out ya teman-teman kalau di pengintegrasian ini anak.abk nya belajarnya memang di sekolah reguler Tetapi dia di dalam mata pelajaran tertentu mereka bergabung bisa saja di dalam mata pelajaran kesenian bisa saja di dalam mata pelajaran keagamaan atau pada saat mata pelajaran olahraga jadi mata pelajaran yang memang dirasa mereka dapat bergabung dapat berbaur satu sama lain dan yang terakhir model sekolah inklusi yang dapat dilakukan di Indonesia adalah kelas khusus penuh.Apa itu di dalam kelas khusus penuh anak berkebutuhan khusus belajar di dalam kelas khusus pada sekolah reguler jadi dia mempunyai kelas tersendiri tapi sekolahnya di sekolah reguler begitu cheat dalam mata pelajaran tertentu atau dalam kondisi tertentu mereka tidak bersama dengan anak-anak di kelas reguler tetapi dalam segi lingkungan mereka berbaur dengan siswa-siswa yang dalam tanda petik normal begitu ya teman-teman teman-teman semuanya kalau kita ketahui memang di Indonesia banyak sekali permasalahan-permasalahan terkait dengan pelaksanaan pendidikan inklusi di tahun 2016 juga menyatakan ada dinamika terkait dengan permasalahan inklusi dapat melihat dinamika permasalahan pendidikan inklusi adalah rangkuman permasalahan-permasalahan inklusi yang ada di Indonesia yang pertama adalah guru kurang memahami tentang anak berkebutuhan khusus dan juga sekolah inklusi di mana dari kurangnya pemahaman ini nanti menyebabkan guru kurang memiliki kompetensi dalam menangani ABK guru kesulitan dalam kegiatan belajar mengajar dan sebenarnya hal ini secara tidak langsung terpengaruh karena latar belakang pendidikan guru yang tidak sesuai dan kurang GPK tidak hanya dari segi guru minimnya pengetahuan masyarakat yang terkait dengan pendidikan inklusi dan ABK juga menjadi salah satu permasalahan inklusi Hai dari minimnya pengetahuan ini menyebabkan orangtua anak berkebutuhan khusus tidak peduli terhadap terhadap perkembangan anaknya orangtua hanya pasrah sepenuhnya tentang perkembangan anaknya kepada sekolah toleransi atau pengertian dari orangtua siswa reguler terhadap kebutuhan ABK juga masih kurang masyarakat yang masih memandang APK dan sekolah inklusi dan tentunya juga masyarakat kurang memberi dukungan terkait pelaksanaan sekolah inklusi lalu dari segi sekolah sendiri belum siap baik dari segi administrasi maupun sdm-nya dalam pelaksanaan pendidikan inklusi di sekolahnya Selain itu kurangnya dukungan dan kerjasama dari semua pihak kurangnya sarana dan prasarana yang disediakan pemerintah terkait pelaksanaan sekolah inklusi Nah dari guru dari sekolah dari masyarakat dari dukungan pemerintah ini semuanya mengakibatkan beban guru meningkat yang mana nantinya pasti akan membuat tidak maksimal dalam menangani siswa dan tentunya proses kegiatan belajar mengajar juga tidak berjalan lancar yaa teman-teman Hai dan apa efeknya efeknya adalah pelaksanaan sekolah inklusi tidak maksimal Kenapa semua ini bisa terjadi ya Semua ini bisa disebabkan oleh yang pertama yang pertama Pemerintah Kurang bisa mensosialisasikan kebijakan yang terkait dengan pelaksanaan sekolah inklusi yang kedua kebijakan tentang sekolah inklusi sendiri juga belum jelas dan yang ketiga kurangnya pelatihan yang diadakan oleh pemerintah yang bisa meningkatkan kompetensi guru terkait dengan praktik pelayanan pendidikan inklusi semuanya keberhasilan sekolah inklusi ini perlu melibatkan banyak pihak dari keterlibatan pihak sekolah memang sekolah sekolah inklusi ini Seharusnya melibatkan semua staf sekolah dan siswa untuk perkembangannya seperti bagaimana pendekatan mengorganisasi siswa peran staf pengajar pendekatan dalam mengajar dan juga tentu kurikulumnya sekolah juga Seharusnya bekerjasama dengan komunitas sekolah seperti guru guru pendamping kelas orangtua siswa tim administrasi sekolah dan juga komunitas sekolah untuk memaksimalkan kinerja guru the lounge dan tentunya juga tidak lupa bekerjasama dengan pihak-pihak pendukung seperti fisikolog terapis atau pihak lain sesuai dengan kebutuhan dari sekolah ada yang mengatakan ada yang mengatakan bahwa guru ini adalah aktor yang paling penting dalam proses reformasi sekolah harapannya jika guru sudah memahami dan mampu melaksanakan pendidikan inklusi di sekolahnya guru dapat menyalurkan pengetahuannya ke masyarakat melalui orang tua wali murid baik orang tua dari ABK maupun orang tua dari non ABK begitu ya jadi orangtua pun juga merasa dilibatkan terkait dengan pelaksanaan pendidikan inklusi tidak hanya dari segi sekolah dan Keterlibatan Masyarakat pemerintah pun juga memiliki tanggung jawab untuk pengembangan profesional atau peningkatan kompetensi guru walaupun terkadang system saw itu sebagian diserahkan kepada organisasi sekolah karena sekolah juga memiliki peran untuk melakukan perubahan di sekolahnya terutama untuk kepala sekolah ya pemerintah tentu sudah seharusnya membuat kebijakan-kebijakan terkait dengan pendidikan inklusi pelatihan dalam rangka peningkatan kompetensi guru sarana dan prasarana pendukung sekolah inklusi aturan yang jelas tentang pelaksanaan sekolah inklusi dan juga pemerintah dapat mendukung dengan mengadakan atau diadakannya kurikulum untuk sekolah inklusi banyak sekali kasus yang muncul terkait pelaksanaan berikan inklusi seperti minimnya sarana penunjang sistem pendidikan inklusi terbatasnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh para guru sekolah inklusi menunjukkan bahwa sistem pendidikan inklusi belum dipersiapkan dengan baik negaraan sekolah inklusi bagi anak berkebutuhan khusus seharusnya menciptakan lingkungan yang ramah terhadap pembelajaran yang memungkinkan semua siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan terkait dengan pelaksanaan pendidikan inklusi yang ada di Indonesia terdapat beberapa indikator yang harus menjadi perhatian bagi satuan pendidikan penyelenggara pendidikan di sekolah inklusiberapa indikator yang pertama adalah indikator kelembagaan kedua adalah kurikulum dan pembelajaran yang ketiga adalah ketenagaan yang keempat adalah kesiswaan kelima sarana dan prasarana dan yang terakhir adalah terkait dengan pembiayaan setiap indikatornya ni teman-teman perlu dikembangkan sejumlah item yang dapat digunakan dalam satuan pendidikan untuk melakukan penilaian data hasil penilaian ini nanti sekolah dapat mengetahui posisinya nih posisi apa posisi sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusi dari penelitian wartomo di tahun 2016 menghasilkan bahwa terkait dengan kondisi kelembagaan sekolah inklusi yang ada di provinsi Yogyakarta ini menunjukkan bahwa dari kondisi kelembagaan menunjukkan umumnya sekolah di provinsi Yogyakarta belum menyelenggarakan sosialisasi ke ia warga sekolah tentang penyelenggaraan pendidikan inklusi sekolah juga belum mempunyai perencanaan program pendidikan inklusi secara tertulis dalam bentuk program jangka panjang ataupun menengah ataupun juga jangka pendek sekolah telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti guru karyawan komite sekolah orangtua dan juga tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan pendidikan inklusi umumnya teman-teman sekolah juga belum melakukan monitoring dan evaluasi secara periodik terhadap pelaksanaan program pendidikan inklusi dan tentunya di dalam Scroll sekolah inklusi di provinsi Yogyakarta sudah melibatkan SLB dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi dari segi kurikulum teman-teman semuanya kurikulum yang disusun dalam satuan pendidikan telah dilakukan penyesuaian untuk mengakomodasi kebutuhan pelayanan ABK dalam setting pendidikan inklusi sekolah inklusi di provinsi Yogyakarta juga sudah melakukan sosialisasi dan ataupun pelatihan modifikasi kurikulum bagi para guru di sekolah yang bersangkutan tidak hanya itu saja teman-teman silabus yang dibuat itu juga sudah disesuaikan untuk mengakomodasi kebutuhan ABK dalam setting pendidikan inklusi misalnya RPP yang dibuat oleh guru telah disesuaikan untuk mengakomodasi kebutuhan ABK dalam setting pendidikan inklusi biasanya teman-teman setiap ABK di sekolah inklusi ini sudah dibuatkan program pendidikan Individual Hai sesuai dengan hasil asesmen sekolah melibatkan orangtua siswa ABK dalam perencanaan dan atau pelaksanaan dan atau evaluasi pembelajaran ABK sekolah juga melibatkan tenaga ahli lain seperti dokter psikolog guru SLB guru BK dalam penyusunan program pendidikan individual umumnya sekolah belum memiliki administrasi pendidikan secara memadai khusus untuk anak berkebutuhan khusus nah ABK di sekolah inklusi yang ada di provinsi Yogyakarta ini telah mendapatkan tugas-tugas seperti PR begitu ya yang disesuaikan dengan kebutuhan ABK dalam pelaksanaan pembelajaran kebanyakan guru belum menetapkan standar ketuntasan minimal bagi ABK ada sebagian guru yang sudah melakukan modifikasi dalam pelaksanaan penilaian hasil belajar bahagia BK guru menyediakan tambahan waktu khusus bagi ABK di luar jam pembelajaran yang terjadwalkan untuk memberikan remediasi guru juga menyediakan program pengayaan bagi ABK yang memiliki potensi kecerdasan dan ataupun bakat yang istimewa masih seputar kurikulum teman-teman semuanya sekolah sekolah inklusi yang ada di provinsi Yogyakarta juga sudah menyediakan laporan hasil belajar khusus bagi siswa ABK di luar laporan hasil belajar yang sifatnya umum berlaku bagi semua siswa selanjutnya dari tenaga pendidikan kebanyakan sekolah inklusi belum memiliki tenaga guru pembimbing khusus atau GBK yang bertugas dan diangkat secara khusus sebagai guru GPK sekolah inklusi untuk memenuhi kebutuhan guru sekolah menghadirkan guru kunjung dari SLB terdekat untuk membantu ABK dalam mempermudah putih pembelajaran untuk memenuhi guru inklusi sering sekolah menyediakan dukungan pembiayaan secara khusus atas keberadaan guru pembimbing khusus atau GBK Dan juga guru kunjung ataupun guru bantu Kalau dalam penerimaan siswa baru teman-teman semuanya sekolah sekolah inklusi di wilayah provinsi Yogyakarta menyediakan kuota khusus atau kursi khusus begitu bagi anak berkebutuhan khusus jumlah kuota bagi ABK lebih dari satu anak untuk setiap rombongan belajar tapi sekolah memang belum melakukan proses Identifikasi dan asesmen untuk semua siswa yang diterima dalam setiap penerimaan peserta didik baru Hal ini dikarenakan sekolah tidak memiliki alat atau instrumen khusus yang digunakan untuk melakukan identifikasi dan juga assessment ketika pelaksanaan penerimaan siswa baru sekolah meminta informasi dan atau pengisian data mengenai dan Abika kepada orang tua atau wali dari si ABK ini teman-teman sekolah juga melakukan pencatatan atau pengadministrasian secara tertib atas hasil dari Identifikasi dan juga assessment Nah selanjutnya sekolah melakukan rapat pembahasan atau konferensi kasus untuk Menindaklanjuti hasil identifikasi dan juga assessment untuk kepentingan seleksi siswa biasanya sekolah menghadirkan pihak luar seperti dokter psikolog orthopedagog guru SLB dan tentunya juga orang tua dari yo yo di sekolah juga meminta bantuan tenaga psycholog untuk melakukan tes psikologi seperti tes IQ kepribadian bakat dan minat dan tes yang lainnya guru juga menggunakan data hasil identifikasi dan asesmen untuk keperluan pembelajaran dan atau pembinaan bakat khusus bagi siswa ABK terkait dengan sarana dan prasarana kebanyakan bangunan dan lingkungan fisik sekolah inklusi ini belum ditata dan disesuaikan dengan kondisi ABK sehingga aksesibilitas dan mobilitas ABK ini mengalami kesulitan kebanyakan sekolah belum memiliki sarana perpustakaan dan atau laboratorium yang mudah diakses oleh ABK bangunan sekolah umumnya belum dilengkapi dengan sarana dan prasarana khusus untuk ABK dan sekolah juga belum mempunyai sarana atau media pembelajaran khusus ABK sesuai dengan kebutuhan anak misalnya nih anak tuna netra Tuna Rungu tuna wicara tuna grahita dan yang lain sebagainya | memang sulit ya mewujudkan sekolah inklusi yang ada di Indonesia yang tentunya dapat memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus Salah satu bentuk kesulitan masih adanya masyarakat yang belum menerima adanya siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler selain itu juga ketidak harmonisan antar berbagai pihak dalam pelaksanaan sekolah inklusi seperti diperlukannya guru yang berkualitas dan pihak sekolah yang sebaiknya mendukung penuh pelaksanaan sekolah inklusi seharusnya memang setiap pihak mulai dari masyarakat pemerintah dan juga sekolah bekerjasama dalam mewujudkan pendidikan inklusi di Indonesia dalam usaha bersama mewujudkan gagasan pendidikan tanpa diskriminasi pendidikan inklusi masih perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pelaksanaannya agar supaya dimasa mendatang anak berkebutuhan khusus betul-betul mendapatkan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan kondisinya dan dapat menghormati realitas keberagaman dalam kehidupan di masyarakat secara maksimal Hai bagaimana kalau menurut kamu Sudahkah sudah siapkah kamu untuk menjadi guru di sekolah inklusi.
Sumber : https://youtu.be/CaMljiaueFY | Novi Rahmawati
Komentar
Posting Komentar