Pendidikan Inklusi

 PENDIDIKAN INKLUSI

Husniah

Tanggal 11 Februari 2022, kita belajar mata kuliah Pendidikan inklusi, apa sih Pendidikan inklusi itu? Pendidikan Inklusi adalah penggabungan dari sekolah ATBK dan ABK.  ATBK yaitu anak tanpa berkebutuhan khusus dan ABK anak berkebutuhan khusus.

Anak berkebutuhan khusus memiliki arti yang sangat luas di bandingkan dengan pengertian anak luar biasa. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam Pendidikan memerlukan pelayanan yang spesipik, berbeda dengan anak pada umumnya. Anak berkebutuhan khusus meliputi dua kategori yaitu: anak yang memiliki kebutuhan khusus yang bersifat temporer, yaitu mereka yang mengalami hambatan belajar dan perkembangan yang di sebabkan kondisi dan situasi lingkungan. Misalnya, anak yang mengalami kesulitan dalam dalam menyesuaikan diri akibat kerusuhan dan bencana alam, atau tidak bisa membaca karena kekeliruan guru mengajar, anak yang mengalami kedwibahasaan (perbedaan Bahasa di rumah dan di sekolah), anak yang mengalami hambatan belajar dan perkembangan karena isolasi budaya dan karena kemiskinan dan sebagainnya.

Landasan Pendidikan Inklusi

1.       Landasan Filosofis

Secara filosofis, penyelenggaraan Pendidikan inklusif dapat di jelaskan sebagai berikut:

a.       Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya dengan lambing negara Burung Garuda yang berarti Bhineka Tunggal Ika.

b.       Pandangan Agama (Khususnya Islam) antara lain di tegaskan bahwa: (1) manusia di lahirkan dalam keadaan suci, (2) kemuliaan seseorang di hadapan tuhan (Allah) bukan karena fisik tetapi taqwanya, (3) Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri, (4) manusia diciptakan berbeda-beda untuk saling silaturahmi (inklusif).

c.       Pandangan universal Hak azasi manusia, menyatakan bahwa setiap manusia mempunyai hak untuk hidup kayak, hak Pendidikan, hak Kesehatan, hak pekerjaan.

2.       Landasan Yuridis

a.       UUD 1945 (Amandemen) Pasal 31

b.       UUD No. 23 tahun 2002 tentang Pelindungan Anak

c.       UU No. Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

3.       Landasan Empiris

Komentar

Postingan Populer